69 Alat Alat Laboratorium Beserta Fungsinya Gambar dan Nama

Kumpulan macam macam nama nama alat laboratorium terlengkap dengan gambar plus fungsi serta penjelasanya kali ini kami share dalam artikel ini. Buat adik adik yang sudah duduk di bangku SMP dan SMA tentu saja sudah tidak akan asing lagi berkenalan dengan dunia laboratorium dimana ini umumnya akan kalian temukan dalam mata pelajaran biologi, fisika sampai dengan komputer. Tentu saja sebelum memasuki lab kalian akan diperkenalkan jenis jenis alat apa saja yang ada di dalamnya dan apa fungsinya, sehingga kalian akan lebih mudah mengenal kemudian memahami dan menghafal jika keluar dalam soal ulangan nanti.

Dalam materi ini kami akan mencoba memberikan informasi terlengkap mengenai semua benda atau alat yanga ada dalam sebuah lab baik biologi, kimia, fisika yang bisa kalian baca sebagai penambah ilmu dan informasi pengetahuan sahabat nantinya jika memang sudah mulai bergelut dalam dunia sains terlebih bagi kamu yang ingin kuliah jurusan ilmu pasti maka setidaknya haruslah sudah familiar dengan alat alat ini.

Gambar Macam Macam Alat Laboratorium Fungsinya

1. Erlenmeyer

Tabung Erlenmeyer Flask 5000ml

Tabung Erlenmeyer Flask 5000ml

Tempat membuat larutan.
Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan.
2. Labu destilasi

Labu destilasi

Labu destilasi

Untuk destilasi larutan.
Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer. Prinsip kerja destilasi adalah pemisahan dua zat atau lebih yang mempunyai perbedaan titik didih. Jika zat -zat yang dipisahkan mempunyai perbedaan titik didih yang jauh berbeda, dapat digunakan metode isolasi biasa. Zat yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi. Uap zat yang bersifat volatil dan memiliki titik didih yang rendah akan masuk ke dalam pipa pada kondensator (terjadi proses pendinginan) sehingga akan turun berupa tetesan-tetesan yang turun ke dalam penampung atau disebut juga destilat. Dalam hal ini alkohol yakni etanol dan methanol yang masing-masingnya dicampur dengan air, akan terdestilasi dahulu
3. Gelas beaker

Gelas beaker

Gelas beaker

Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan.
Gelas beaker memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat cair.
4. Corong gelas

Corong Gelas

Corong Gelas

Corong dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan dari satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.

Fungsi Corong Gelas

  1. Sebagai alat bantu untuk memindah / memasukkan larutan ke wadah / tempat yang mempunyaai dimensi pemasukkan sampel bahan kecil.
  2. Sebagai alat bantu dalam melakukan penyaringan, yaitu sebagai tempat meletakkan kertas saring
  3. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan air satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saring pada bagian atas.
  4. Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi.

5. Corong buchner

Corong buchner

Corong buchner

Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum. Corong Buchner digunakan untuk menyaring dengan dipasangkan pada labu penyaring dan pompa penghisap (Vacum Pump). Keuntungan menyaring dengan menggunakan corong buchner adalah dapat menyaring dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan penyaringan menggunakan corong gelas kimia.
6. Buret

Buret kima

Buret kima

Digunakan untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan.
7. Corong Pisah

Bentuk Corong Pisah

Corong Pisah berbentuk seperti kerucut yang ditutupi setengah bola. Alat ini memiliki penyumbat di atasnya dan keran di bawahnya. Corong pemisah yang digunakan dalam laboratorium terbuat dari kaca borosilikat dan kerannya terbuat dari kaca ataupun Teflon. Ukuran corong pemisah bervariasi antara 50 mL sampai 3 L. Dalam skala industri, corong pemisah bisa berukuran sangat besar dan dipasang sentrifuge.

Fungsi Corong Pisah

Fungsi Corong Pisah adalah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Selain itu juga untuk memisahkan dua cairan yang tidak bercampur karena kepolarannya yang berbeda. Corong pisah ini biasa juga di gunakan untuk melakukan pemisahan ekstraksi. Pemisahan dengan corong pisah hanya bisa digunakan untuk pemisahan cair dengan cair. Pada proses ekstraksi cair-cair larutan yang akan dipisahkan di kocok terlebih dahulu, kemudian didiamkan beberapa saat sampai masing-masing larutan terpisah. Larutan dengan massa jenis lebih kecil akan berada di bawah dikeluarkan dengan cara membuka kran secara hati-hati.

Cara Penggunaan Corong Pemisah

Cara menggunakan corong ini dapat dilakukan dengan cara campuran dan dua fase pelarut dimasukkan ke dalam corong dari atas dengan corong keran ditutup. Corong ini kemudian ditutup dan digoyang dengan kuat untuk membuat dua fase larutan tercampur. Corong ini kemudian dibalik dan keran dibuka untuk melepaskan tekanan uap yang berlebihan. Corong ini kemudian didiamkan agar pemisahan antara dua fase berlangsung. Penyumbat dan keran corong kemudian dibuka dan dua fase larutan ini dipisahkan dengan mengontrol keran corong.
Corong Pisah

Corong Pisah

Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis.
Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi.
8. Labu ukur leher panjang

Labu ukur leher panjang

Labu ukur leher panjang

Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.
9. Gelas ukur

Gelas ukur

Gelas ukur

Untuk mengukur volume larutan. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.
10. Kondensor

Prinsip Kerja Kondensor

Prinsip kerja kondensor tergantung dari jenis kondensor tersebut, secara umum terdapat dua jenis kondensor yaitu surface condenser dan direct contact condenser. Berikut klasifiksi kedua jenis kondesor tersebut:
1. Surface Condenser

Cara kerja dari jenis alat ini ialah proses pengubahan dilakukan dengan cara mengalirkan uap kedalam ruangan yang berisi susunan pipa dan uap tersebut akan memenuhi permukaan luar pipa sedangkan air yang berfungsi sebagai pendingin akan mengalir di dalam pipa (tube side), maka akan terjadi kontak antara keduanya dimana uap yang memiliki temperatur panas akan bersinggungan dengan air pendingin yang berfungsi untuk menyerap kalor dari uap tersebut, sehingga temperatur steam (uap) akan turun dan terkondensasi. Surface condenser terdiri dari dua jenis yang dibedakan oleh cara masuknya uap dan air pendingin, berikut jenis-jenisnya:
  1. Type Horizontal Condenser
    Pada type kondesor ini, air pendingin masuk melalui bagian bawah, kemudian masuk kedalam pipa (tube) dan akan keluar pada bagian atas, sedangkap uap akan masuk pada bagian tengah kondensor dan akan keluar sebgai kondensat pada bagian bawah.
  2. Type Vertical condenser
    Pada jenis kondensor ini, tempat masuknya air pendingin melalui bagian bawah dan akan mengalir di dalam pipa selanjutnya akan keluar pada bagian atas kondensor, sedangkan steam akan masuk pada bagian atas dan air kondesat akan keluar pada bagian bawah.
2. Direct Contact Condenser
Cara kerja dari kondensor jenis ini yaitu proses kondensasi dilakukan dengan cara mencampurkan air pendingin dan uap secara langsung. Jenis dari kondensor ini disebut spray condenserpada alat ini proses pencampuran dilakukan dengan menyemprotkan air pendingin ke arah uap. Sehingga steam akan menempel pada butiran-butiran air pendingin tersebut dan akan mengalami kontak temperatur, selanjutnya uap akan terkondensasi dan tercampur dengan air pendingin yang mendekati fase saturated (basah).
Perlu kita ketahui, bahwa setiap industri terkadang memiliki cara kerja pertukaran panas yang berbeda-beda, misalnya saja pada industri migas, fraksi yang panas akan mengalir melalui pipa sedangkan minyak mentah (dingin) akan mengalir diluar pipa. Hal ini dikarenakan fraksi yang mengalir di dalam pipa merupakan hasil yang telah diolah pada menara destilasi sehingga memiliki temperatur yang panas, panas dari fraksi inilah yang dimanfaatkan untuk memanaskan miyak mentah yang akan dimasukkan kedalam kolom destilasi.

Air Pendingin Kondensor

Air pendingin dalam kondensor sangat memiliki peranan penting dalam proses kondensasi uap menjadi condensat water. Bahan baku air pendingin biasanya didapatkan dari danau dan air laut (sea water, dalam proses pengambilannya biasanya digunakan alat sejenis jaring yang berfungsi untuk menjaring kotoran serta benda-benda padat lainnya agar tidak terikut kedalam hisapan pompa yang tentunya dapat mengganggu kinerja kondensor bahkan kerusakan pada peralatan.

Penyebab Penurunan Kinerja Kondensor

Kondensor sangat rentan terhadap gangguan-gangguan yang dapat menghambat kinerjanya, berikut masalah-masalah yang sering terjadi pada kondensor:

1. Non Condesable Gases (gas yang tidak dapat terkondensasi).

Gas ini dapat meneyebabkan kenaikan pressure terhadap kondensor dan menyelimuti permukaan tube-tube yang dapat menghambat transfer panas antara uap dengan cooling water, sehingga gas-gas ini harus dikeluarkan atau dibuang dari dalam kondensor. Cara untuk mengeluarkan udara tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan venting pump dan primming pump yang merupakan pompa vakum.

2. Terjadi Fouling Terhadap Kondensor.

Fouling atau endapan sangat mungkin terjadi pada kondensor, endapan yang mengotori tube-tube kondensor ini berasal dari sumber pengambilan bahan baku air pendingin. Seperti yang kita ketahui tempat pengambilan air pendingin berasal dari laut dan kemungkinan besar air tersebut mengandung endapan-endapam kotoran yang ikut masuk dan mengendap pada tube-tube kondensor, hal ini dapat menyebebakan menurunnya laju perpindahan panas pada kondensor, sehingga kualitas air pendingin sangat diperlukan agar mengurangi penyebab fouling pada kondensor. Cara untuk mengeluarkan kotoran tersebut biasanya dilakukan dengan cara:
  • backwash kondensor, yaitu dengan membalikkan arah aliran air pendingin dengan tujuan membuang kotoran yang masuk ke dalam waterbox inlet yang menghalangi proses perpindahan panas pada kondensor, proses ini dilakukan dengan cara membalikkan arah aliran inlet dan outlet.
  • Ball Cleaningproses pembersihan dengan cara ini dapat dilakukan dengan  bola sebgai alat untuk membersihkan tube kondensor. Cara kerjanya yaitu bola akan dimasukkan pada inlet mengikuti aliran  kondensor dan keluar pada waterbox outlet.
Kondensor

Kondensor

Untuk destilasi larutan.
Lubang lubang bawah tempat air masuk, lubang atas tempat air keluar.
11. Filler (karet pengisap)

Filler (karet pengisap)

Filler (karet pengisap)

Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan.
Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.

12. Pipet Ukur

Pipet Ukur

Pipet Ukur

Untuk mengukur volume larutan
13. Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik

Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.

14. Pipet Tetes

Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil.
15. Pengaduk

Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.

16. Tabung reaksi

Untuk mereaksikan dua atau lebih zat.
17. Spatula

Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan, misalnya dalam bentuk kristal. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam.
18. Kawat Nikrom

untuk uji nyala dari beberapa zat.
19. Pipa kapiler atau kaca kapiler

Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat.
20. Desikator 

Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum.
21. Indikator universal

Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat.
Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal.
22. Gelas arloji

  • Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia
  • Untuk menimbang bahan-bahan kimia
  • Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.

23. Hot hands

Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.

24. Klem dan statif

Sebagai penjepit, misalnya:
• Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi
• Menjepit buret dalam proses titrasi
• Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi
25. Ring 

Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyaringan.
26. Clay triangle

Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.
27. Kaca mata pengaman

Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Dan melindungi dari percikan api, uap logam, serbuk debu, kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan, misalnya H2SO4.
28. Pemanas spiritus

Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan.
29. Pemanas atau pembakar bunsen

Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses.
30. Hot plate

Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.

31. Oven

Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.
32. Tanur 

Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi, sekitar 1000 °C.
33. Inkubator 

Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.
34. Rotavapor

Untuk memisahkan zat dari suatu campuran. Misalnya untuk memisahkan pelarut n-heksana yang digunakan untuk megektraksi minyak dari suatu bahan.
35. Cawan petri

digunakan untuk membiakkan sel. Cawan petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya
36. PH meter

Digunakan untuk mengukur tingkat keasaman dari suatu zat.
37. Multimeter 

Untuk mengukur kuat arus listrik atau hambatan. Misalnya untuk mengukur kuat arus yang dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel galvani.
38. Ozon Generator

Untuk membuat ozon dalam laboratorium dengan bahan dasar oksigen (O2) murni
39. Lup

Kaca pembesar. Dapat digunakan untuk mengamati kenaikan atau penurunan suhu pada termometer terutama termometer raksa yang tidak berwarna.
40. Botol reagen atau botol pereaksi

Digunakan untuk menyimpan larutan bahan kimia atau sering juga di gunakan untuk menyimpan indikator asam basa seperti fenolftalin.
41. Kertas saring

Untuk menyaring larutan.
42. Kaki tiga

Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.
43. Kawat kasa

Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen
44. Rak tabung reaksi

Tempat tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.
45. Penjepit

Untuk menjepit tabung reaksi.
46. Stirer 

Pengaduk magnetik. Untuk mengaduk larutan. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar.
47. Mortal dan pastle

Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.
48. Krusibel 

Terbuat dari persolen dan bersifat inert, digunakan untuk memanaskan logam-logam.
49. Evaporating dish

Digunakan sebagai wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap.
50. Botol semprot

menyimpan aquadest dan digunakan untuk mencuci atau membilas alat-alat dan bahan

51. Plat tetes

Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
52. Lemari asam

Menyimpan larutan yang bersifat asam
53. Naraca analitic

Untuk menimbang massa suatu zat. Tingkat ketelitian lebih tinggi dari neraca timbangan.
54. Centrifuge 

Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan
55. Eksikator 

Mendinginkan zat
56. Mikropipet 

Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil
57. Piknometer

Piknometer berguna untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas fluida.
58. Mikroskop

untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat sangat kecil menjadi lebih besar dari aslinya, sehingga kita bisa meng-identifikasi benda tersebut dengan lebih tepat.
59. Neraca atau timbangan

Untuk menimbang massa suatu zat

Itulah adik adik macam alat laboratorium yang bisa kamu jadikan rujukan untuk mencari isi lab di sekolah kamu semoga bermanfaat.