Contoh Surat Perjanjian Hutang

Kali ini kami mencoba bagikan kepada anda yang memiliki niat berhutang kepada siapa saja dengan catatan melakukan sebuah kesepakatan diatas matrai maka salah satunya adalah anda harus membuat sebuah surat perjanjian utang piutang kepada orang tempat anda berhutang atau memperhutangkan.

Disini, tentu saja maksudnya adalah sangat baik dimana ada sebuah kesepakatan kapan akan dikembalikan, dalam rentan waktu berapa lama harus lunas, dan jika tidak lunas apa jaminanya dsb.

Contoh Surat Perjanjian Hutang

Baik yuk kita bahas satu persatu ya.

Pada hari ini, Kamis 23 juni 2019, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Mulyadi
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Jl. Cahyana baru no 23 purwokerto
No KTP : 003215413399
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama : Sugiyanto
Pekerjaan : PNS
Alamat : Jl. Surat Kuasa No. 339, Cibinong Bogor
No KTP : 00617839127
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa pada 23 juni 2019, PIHAK PERTAMA telah mengajukan Hutang sebesar Rp. 10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) kepada PIHAK KEDUA

2. Bahwa atas pengajuan PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA telah menyetujui untuk meminjamkan uang tunai sebesar Rp. 10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) kepada PIHAK PERTAMA pada 21 Juni 2012.

3. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat bahwa pembayaran Hutang oleh PIHAK PERTAMA dilakukan dengan cicilan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA sebanyak Rp. 1.000.000,-(satu juta rupiah) setiap bulan, selama 12 bulan, yang dimulai pada bulan Juli, 2012 dan berakhir pada Juni 2013.

4. Perjanjian hutang piutang ini dibuat rangkap dua, bermeterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani oleh Para Pihak.

5. Mengenai hal-hal yang belum dituangkan dalam perjanjian ini, akan diatur kemudian dengan addendum-addendum baru sesuai kesepakatan kedua belah pihak yang bersangkutan.

Surat perjanjian hutang piutang diatas materai

Nah dibawah ini yang menggunakan matrai dimana perlu di catat jika menggunakan matrai maka gunakan yang 6000 ya dan pas tanda tangan kedua belah pihak harus mengenai matrai tersebut.

Surat perjanjian hutang piutang diatas materai doc

Jika kamu butuh yang sudah berbentuk word maka gampang saja tinggal copas yang diatas di dalam dokumen word kemudian ganti nama dan tanggalnya.

Surat perjanjian hutang piutang diatas materai tanpa jaminan

Sama saja, dalam hal hutang piutang dalam jumlah kecil terkadang tidak membutuhkan jamninan maka dalam sebuah isi tidak di tuliskan bagian jaminan disana.

Surat perjanjian hutang piutang yang bisa dipidanakan

Nah dalam hal ini kamu cukup menggunakan matrai 6000 dan sudah bisa dipidanakan sebenarnya jika yang pihak berhutang tidak membayar berdasarkan keterangan kapan jatuh tempo.

Surat perjanjian pelunasan hutang

Baik sebagai tambahan mungkin buat kamu yang mau melunasi hutang maka ini suratnya jika memang dibutuhkan.

Contoh Surat Pernyataan Pelunasan Hutang kepada Bank

SURAT PERNYATAAN PELUNASAN HUTANG

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                                    : Alexander Suwiryo
Nomor KTP                         : 2889800001200
Alamat                                 : Jalan Harimau Belang No. 13/ 40B Kota Bandung
Pekerjaan                             : Karyawan Swasta
Selaku pihak yang melakukan pelunasan untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

Dalam pernyataan ini, Pihak Pertama memberikan pernyataan terkait pinjaman uang sejumlah Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah) kepada Bank Ayo Nabung Indonesia dengan pejabat terkait yang menanda tangani adalah :
Nama                                  : Maria Restiani
Nomor KTP                       : 2889800001200
Jabatan                              : Kepala Cabang Bank Ayo Nabung Indonesia KCP Jeruk Manis

Sejumlah uang yang dipinjam tersebut telah dilunasi oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua pada tanggal 19 September 2016. Terlampir  bukti dan data pendukung perihal pernyataan tranksaksi pelunasan pinjaman yang dilakukan Pihak Perama kepada Pihak Kedua.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Bandung, 19 September 2016

Pihak Pertama                                                                                 Pihak Kedua

Alexander Suwiryo                                                                        Maria Restiani

Surat perjanjian hutang pribadi

Apakah anda memiliki hutang piutang? Maka berikut ini adalah contoh surat perjanjian hutang dengan jaminan yang baik dan benar.

Tidak semua orang bisa hidup sukses sesuai yang diimpikan, salah satu masalah besar dalam kehidupan adalah kesulitan dalam memenuhi kebutuhan.

Uang menjadi kendala yang besar bagi masyarakat menengah kebawah. Bahkan banyak yang tidak punya uang saat kebutuhan besar datang, maka mau tidak ma harus hutang atau meminjam uang.

Untuk mendapatkan pinjaman uang juga tidak mudah, banyak orang akan berhati-hati dalam meminjamkan uang. Namun berhutang juga bisa dilakukan dibeberapa tempat peminjaman. Untuk mendapatkan hutang maka harus menulis surat perjanjian hutan dengan menggunakan jaminan.

Ada banyak contoh surat tentang perjanjian hutang dengan jaminan yang baik dan benar yang bisa anda lihat, anda bisa melihat hal apa saja yang tertulis didalam surat tersebut, dengan begitu anda bisa menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan.

Contoh Surat Pernyataan Pelunasan Hutang Pribadi

SURAT PERNYATAAN

Pada hari ini, Senin Tanggal 19 Bulan September Tahun 2016, yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                                  : Alexander Suwiryo
Nomor KTP                       : 2889800001200
Tempat, Tanggal Lahir   : Bandung, 16 Mei 1980
Alamat                                 : Jalan Harimau Belang No. 13/ 40B Kota Bandung
Pekerjaan                           : Karyawan Swasta
Bertindak secara pribadi. Selanjutnya disebut dengan Pihak Pertama

Dengan ini saya, sebagai Pihak Pertama menyatakan, bahwa BENAR telah berhutang/ meminjam Uang sejumlah Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) kepada Pihak Kedua:
Nama                                    : Mieska Kariniah
No. KTP                               : 3273145804956990
Tempat, Tanggal Lahir    : Bandung, 9 Februari 1977
Alamat                                 : Jl. Jaringan 3 No. 109 Bandung
Pekerjaan                            : Wiraswasta

Dan telah melunasi hutang sejumlah Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) tersebut pada tanggal 18 September 2016 melalui transfer ke Bank Ayo Nabung Indonesia atas nama Mieska Kariniah dengan nomor rekening 823128719.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Bandung, 19 September 2016

Yang membuat pernyataan,
Pihak Pertama

Alexander Suwiryo

Saksi – saksi

  1. Andhara Resti
  2. Wira Satya Arifin

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Dengan Jaminan

Proses pinjam meminjam piutang bukan lagi hal yang tabu, ada yang meminjam karena memang kebutuhan dan ada juga yang meminjam karena ingin membuka bisnis.

Salah satu pinjaman besar yang bisa anda dapatkan adalah dengan menggunakan jaminan, jika anda memiliki jaminan dengan nilai yang besar maka anda akan mendapatkan uang piutang dengan jumlah yang besar pula.

Contoh Surat Perjanjian Hutang

Contoh Surat Perjanjian Hutang

Namun agar tidak ada hal yang terjadi dikemudian hari, yang bisa membuat rugi atau pihak lain rugi maka anda sebaiknya menggunakan surat perjanjian piutang. Ada banyak contoh surat perjanjian hutang dengan jaminan yang baik dan benar.

Dengan menggunakan surat ini maka ada banyak manfaat yang akan didapat, antara lain adalah untuk membuat tenang pihak-pihak yang terlibat didalam hutang pitang ini, dengan adanya surat perjanjian maka bisa diselesaikan dengan mudah jika ada masalah dikemudian hari, surat ini juga digunakan agar segala sesuatu yang ada didalamnya sah menurut hukum, selain itu untuk mencegah timbulnya masalah dikemudian hari. didalam hutang piutang terdapat dua jenis surat perjanjian, pertama dengan jaminan dan yang kedua adalah tanpa jaminan.

Untuk membuat surat perjanjian utang dengan jaminan maka berikut ini hal-hal yang ada didalamnya :

  1. Point pertama
    Pada point pertama anda harus menuliskan nama, no. KTO, alamat dan menyatakan bahwa anda meminjam dengan nominal yang disebutkan, selain itu ada juga jangka waktu yang harus anda lunasi.
  2. Sanksi
    Kemudian didalamnya juga tertulis bahwa jika tidak mampu untuk melunasi hingga jatuh tempo maka akan dikenaka denda, denda ini bisa berupa penambahan bunga atau bisa juga jaminan diambil.
  3. Bermaterai
    Surat perjanjian ini harus dibuat dua rangkap, dan masing-masing rangkao diberi stempel atau materai. Dan surat tersebut sudah memiliki kekuatan hukum. Kedua belah pihak juga harus menandatangani dengan sadar tanpa adanya tekanan.

Tips Lainnya Surat Perjanjian Hutang Dengan Jaminan

Anda juga bisa menambahkan atau menyebutkan barang yang menjadi jaminan, misal saja motor, maka anda harus menyebutkan dengan detail jaminan motor tersebut.

Bisa berupa motor dengan atas nama siapa, merk motor, no. rangka, warna, cc motor, tahun, no. polisi, no mesin, dan info lainnya.

Contoh surat perjanjian hutang dengan jaminan yang baik dan benar diatas bisa dijadikan sebagai acuan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat pernyataan:

  1. Menentukan surat pernyataan yang akan dibuat.
  2. Menulis dengan baik dan benar. Kita harus mengikuti aturan-aturan yang ada dalam menulis surat pernyataan. Ada surat pernyataan yang harus ditulis tangan, namun ada juga yang harus diketik. Dalam menulis surat pernyataan, gunakanlah bahasa yang baku dan tegas, tidak berbelit-belit dan langsung pada pokok permasalahan yang dituju. Namun, jangan lupa untuk mencantumkan data diri sebagai yang menulis surat pernyataan sesuai dengan urutan yang ada. Tulislah tujuan surat pernyataan tersebut secara jelas, siapa yang seharusnya menerima surat tersebut.
  3. Menulis dengan tulis tangan.  Apabila surat tersebut diminta untuk ditulis tangan, maka kita harus memperhatikan bentuk tulisan tangan kita. Menulislah dengan tulisan tangan yang rapi, bersih, dan jelas sehingga surat itu mudah dibaca dan dipahami oleh yang menerimanya.
  4. Tidak ambigu, jelas, dan padat. Hal ini bertujuan untuk menghindari makna yang ambigu atau tidak jelas. Dengan begitu, kita bisa menuliskan surat pernyataan secara padat dan jelas.
/* */