Kuota Gratis dari Pemerintah

Kuota Gratis dari Pemerintah – Selama masa pandemic, pemerintah banyak mencanangkan kebijakan salah satunya pada kemudahan akses pendidikan dengan internet gratis. Ini merupakan layanan khusus untuk mendukung sistem pembelajaran dari rumah agar lebih maksimal. Melalui aplikasi internet gratis pemerintah misalnya, menjamin akses lebih mudah tanpa biaya khusus.

Kuota Gratis dari Pemerintah

Sebelumnya, pada akhir tahun 2020 di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan sejumlah kuota internet gratis pada setiap jenjang pendidikan mulai dari PAUD, siswa, guru hingga mahasiswa. Dengan begitu, setiap aplikasi bisa digunakan untuk mendukung sistem pembelajaran berkelanjutan melalui media daring.

Terdapat dua kategori internet gratis yang diberikan oleh pemerintah yaitu kuota umum dan kuota belajar. Seperti namanya, kuota umum dapat digunakan dalam mengakses internet pada seluruh halaman website maupun aplikasi. Sementara itu, kuota belajar hanya bisa diakses melalui halaman website serta aplikasi.

Detail Pembagian Kuota Gratis

Selain itu, Kemendikbud juga menyusun sejumlah daftar aplikasi yang dapat diakses namun hanya pada beberapa layanan saja yakni website, website kampus serta video conference. Adapun jumlah kuota gratis yang diberikan untuk PAUD sebesar 20 GB per bulan dengan rincian 5G kuota umum serta 15 GB untuk belajar.

Khusus pelajar pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah memperoleh sejumlah kuota internet gratis 35 GB per bulan dengan rincian khusus 5 GB untuk kuota umum serta 30 GB untuk kuota belajar. Pada kuota internet gratis terhadap pengajar juga diberikan sebesar 42 GB per bulan dengan detail 5 GB kuota umum serta 37 GB kuota pelajar.

See also  5 Negara dan Tokoh Pendiri ASEAN, dan Sejarahnya

Sementara itu kuota internet gratis bagi mahasiswa serta dosen masing-masing menerima sebesar 50 GB per bulannya dengan rincian khusus 5 GB untuk umum serta 45 GB kuota untuk belajar.

Daftar Aplikasi Internet Gratis dari Pemerintah

 Jika Anda masing bingung dengan daftar aplikasi yang dibuka pemerintah berikut ini uraiannya:

  1. Aplikasi & website Aminin
  2. Aplikasi & website Ayoblajar
  3. Aplikasi & website Bahaso
  4. Aplikasi & website Birru
  5. Aplikasi & website Cakap
  6. Aplikasi & website Duolingo
  7. Aplikasi & website Edmodo
  8. Aplikasi & website Eduka system
  9. Aplikasi & website Ganeca digital
  10. Aplikasi & website Google Classroom
  11. Aplikasi & website Kipin School 4.0
  12. Aplikasi & website Microsoft Education
  13. Aplikasi & website Quipper
  14. Aplikasi & website Ruangguru
  15. Aplikasi & website Rumah Belajar
  16. Aplikasi & website Sekolah.Mu
  17. Aplikasi & website Udemy
  18. Aplikasi & website Zenius
  19. Aplikasi WhatsApp

Daftar Video Conference Gratis Pemerintah

  1. Cisco Webex
  2. Google Meet
  3. Microsoft Teams
  4. U Meet Me
  5. Zoom

Daftar Website Gratis Pemerintah

  1. aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital
  2. bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id
  3. bse.kemdikbud.go.id
  4. buku.kemdikbud.go.id
  5. cambridgeenglish.org
  6. elearning.gurudaringmilenial.id
  7. guruberbagi.kemdikbud.go.id
  8. icando.co.id
  9. indihomestudy.com
  10. infomedia.co.id
  11. kelaspintar.id
  12. lms.seamolec.org
  13. mejakita.com
  14. melajah.id
  15. pijarmahir.id
  16. pijarsekolah.id
  17. rumahbelajar.id
  18. setara.kemdikbud.go.id
  19. suaraedukasi.kemdikbud.go.id
  20. tve.kemdikbud.go.id
  21. www.indonesiax.co.id
  22. www.wekiddo.com

Website Kampus Gratis Pemerintah

Untuk website kampus khusus mencatat setidaknya 401 website terdaftar yang bisa diakses pada proses pembelajaran dengan kuota. Guna melihat daftar kampus tersebut Anda bisa langsung memeriksa langsung halaman website kampus yang diinginkan dan melihatnya secara bebas.

Berkaitan dengan daftar internet gratis dari pemerintah memang hanya berlaku pada industri pendidikan untuk menunjang pembelajaran lebih massif. Jadi, layanan di luar dari daftar tersebut tak bisa dibuka secara gratis.

 

4 Sebab Kuota Gratis Pemerintah Tidak Cair

Sejak April 2021 lalu, pemerintah di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan kebijakan berupa internet gratis setiap tanggal 11-15. layanan ini diberikan dalam langsung diberikan dalam bentuk kuota. Sayangnya, beberapa pengguna justru tak bisa mendapatkan internet gratis karena beberapa hal.

See also  Jurusan Kuliah IPS Yang Menjamin Masa Depan

Hal ini sebenarnya mungkin terjadi lantaran beberapa sebab dalam proses pengajuan pencairan terhadap peserta didik.

Artikel ini akan mengulas setidaknya empat sebab kemungkinan internet dari pemerintah tidak cair. Baik itu adanya perbedaan data, ketidaksesuaian persyaratan hingga kapasitasnya yang tidak memenuhi. Berikut ini uraiannya:

Ganti Nomor

Terkhusus bagi penerima bantuan tahun 2020, ada kontak ponsel yang didaftarkan sebelumnya kepada pihak sekolah. Hal umum yang terjadi adalah pengguna mengganti nomor namun tidak langsung melapor kepada pihak sekolah maupun kampus. Inilah yang mengakibatkan internet tidak cair karena nomor terdaftar sudah berbeda.

Tentu, solusi yang harus dilakukan adalah mendaftarkan nomor tersebut melalui email lebih dulu. Pihak pimpinan atau diwakili operator pendidikan bakal memberi Surat Pertanyaan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). SPTJM ini sendiri diperuntukkan bagi pengguna nomor baru yang berbeda dari nomor sebelumnya namun disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Seluruh data tersebut kemudian bisa diakses melalui website http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id untuk PAUD, sementara untuk jenjang pendidikan lain bisa ke http://pddikti.kemdikbud.go.id. Sesuaikan jenjang pendidikan agar tidak terjadi kesalahan pemeriksaan.

Belum Melapor

Sebab kedua adalah penerima belum melapor secara resmi. Biasanya, penerima yang belum mendapatkan sama sekali namun memenuhi syarat harus melapor kepada pihak sekolah maupun kampus masing-masing. Laporan ini mencakup nomor ponsel serta data pribadi penerima lainnya. Laporan diberikan kepada operator maupun pimpinan instansi pendidikan yang kemudian diusulkan melalui SPTJM di bulan berjalan.

Jika seluruh tahap selesai maka internet gratis akan diberikan pada bulan berikutnya. Penting untuk memastikan waktu pendaftaran agar penerimaan kuota bisa tepat waktu pada bulan selanjutnya.

Penggunaan Kurang dari 1 GB

 Untuk peserta didik yang sudah pernah menerima sebelumnya namun tak menggunakannya sampai habis maka secara otomatis kuota pada 2021 tak bisa cair atau digunakan. Ini merupakan rangkaian persyaratan agar pengguna bisa menghabiskan di atas 1 GB, di bawah itu tak akan mendapat bantuan lagi.

See also  Berbagai manfaat magang saat kuliah yang bisa dinikmati

Tidak Memenuhi Syarat

Sebab terakhir merupakan hal paling lumrah, dimana peserta didik tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan Kemendikbud. Sejumlah syarat yang dimaksud antara lain:

  1. Peserta didik jenjang PAUD, Dasar dan Menengah

– Data terdaftar di aplikasi Dapodik
– Mempunyai nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/wali peserta didik

  1. Pendidik/Tenaga Pengajar di Jenjang PAUD, Dasar dan Menengah

– Data terdaftar di aplikasi Dapodik sekaligus berstatus aktif
– Mencantumkan nomor ponsel aktif

  1. Mahasiswa

– Data terdaftar di aplikasi PDDikti dengan status aktif dalam jenjang perkuliahan atau masih dalam penuntasan gelar gandar (double agree)
– Mencantumkan nomor ponsel aktif

  1. Dosen

– Data terdaftar di aplikasi PDDikti dengan status aktif
– Mencantumkan nomor registrasi (NIDN, NIDK serta NUP) dengan nomor ponsel aktif

Penutup

Itulah daftar beberapa sebab kuota internet gratis Kemendikbud tidak cair. Jika Anda adalah salah satu orang yang mengalami kendala ini, cobalah untuk menganalisis sebab satu per satu dari keempat poin di atas agar solusi bisa cepat dijalankan dan kuota diterima sebagaimana prosedur yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *