Menilik Sejarah dan Jenis dari Pakaian Adat Bali

Bali selain menyajikan alam yang indah, ternyata juga meninggalkan nilai-nilai kebudayaan yang kental. Salah satunya berkenaan dengan pakaian adat Bali yang unik.

Pulau Bali tak hanya terkenal akan keindahan panorama wisata alamnya saja. Keunikan budaya yang terlihat dari keseharian masyarakat pun menjadi salah satu nilai plus. Tak hanya itu saja, ternyata selain pakaian adat Bali ada pula pakaian tradisionalnya. Masing-masing tentu memiliki nilai keunikan dan kebudayaan tersendiri. Agar tidak salah dalam memahaminya silakan Anda simak penjabarannya pada bab berikut ini.

Karakteristik Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali memiliki ciri khas tersendiri yang menjadikannya unik baik saat digunakan maupun dilihat. Adapun karakteristik tersebut dapat terlihat dari perbedaan model pakaian antara perempuan dan laki-laki, bentuk, serta aksesoris maupun pelengkap pakaian. Penggunaan aksesoris tersebut melekat erat dalam keseharian warga dan tidak bisa dipisahkan, sehingga menjadi suatu karakteristik khusus dari pakaian adat Bali.

Jenis-Jenis Pakaian Adat Bali

Terdapat beberapa jenis pakaian adat Bali yang wajib untuk Anda pahami satu persatu. Tak lain karena berkenaan dengan ciri khas dan filosofi makna yang terkandung didalamnya. Berikut ini ada lima jenis pakaian adat yang kerap digunakan.

1.      Kebaya Bali

Kebaya Bali (https://bergaya.id/kebaya-bali/)

Jika dilihat sepintas kebaya Bali tak ada bedanya dengan kebaya Jawa. Namun, jika diamati lebih dalam Anda akan menemukan perbedaannya, yakni untuk kebaya Bali memiliki lengan dan baju terbuka. Disamping itu, penggunaan sabuk di bagian tengah dada pun menjadi salah satu ciri khasnya. Biasanya baju ini akan dikenakan saat perayaan pernikahan, upacara adat, ritual, dan sejenisnya.

See also  Mengenal Filosofi dan Makna Pakaian Adat Sumatera Barat

2.      Baju Safari

Mirip seperti kemeja pada umumnya, baju safari diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Baju ini dilengkapi dengan saku di bagian kanan dan kiri. Hal yang membedakannya adalah warna baju safari putih yang identik dengan simbol kesucian.

3.      Sabuk Prada

Sabuk ini bisanya dikenakan oleh seorang perempuan yang menggunakan kamen agar tidak melorot. Selain menjadikan pemakainya tampak lebih anggun, sabuk prada juga memiliki filosofi khusus yakni melindungi rahim wanita sebagai bagian dari anugerah Tuhan.

4.      Kamen

Pakaian adat Bali yang menyerupai sarung dan dikenakan untuk menutupi tubuh bagian bawah adalah kamen. Terdapat perbedaan pemakaian kamen antara perempuan dan laki-laki. Jika perempuan hanya cukup dililitkan biasa dan dikencangkan dengan menggunakan sabuk prada. Beda halnya dengan laki-laki yang harus dibentuk simpul terlebih dahulu sebelum mengikatnya.

5.      Udeng

Penutup kepala khas Bali ini kerap dipadupadankan dengan pakaian adat. Meski demikian ada pula yang tetap menggunakannya dalam keseharian maupun saat upacara ritual tertentu.

3 Jenis Pakaian Tradisional Bali

Selain pakaian adat Bali yang telah disebutkan sebelumnya, ternyata ada pula pakaian tradisionalnya. Berikut penjelasan ketiga jenis pakaian tradisional Bali tersebut.

1.      Payas Agung

Payas Agung (https://www.hipwee.com/)

Tak dapat digunakan dalam aktivitas harian, biasanya payas agung akan dikenakan saat upacara pernikahan. Kesan mewah akan terasa bagi pemakainya berkat sentuhan warna merah, putih, dan emas di setiap helai pakaian tersebut. Adapun aksesoris tambahan yang kerap melengkapinya adalah mahkota yang dikenakan baik perempuan maupun laki-laki, keris, atau sesanteng yang dililit di bagian atas tubuh perempuan.

2.      Payas Madya

Sedikit berbeda dengan payas agung, untuk pakaian adat Bali yang satu ini penggunaannya cukup fleksibel. Hanya saja penggunannya tetap harus dipadukan dengan senteng dan kamen.

See also  Tari Tor Tor Fakta Tersembunyi yang Kerap Terlupakan

3.      Payas Alit

Terakhir ada payas alit yang dikenakan dengan udeng atau ikat kepala khas Bali. Untuk perempuan pemakainnya dilengkapi dengan kamen atau selendang, sedangkan laki-laki dilengkapi dengan kamen di bagian pinggang.

Beberapa jenis pakaian adat Bali yang telah disebutkan sebelumnya memiliki karakteristik tersendiri. Untuk itu, jangan sampai salah dalam mengenakannya ya karena dapat mengurangi nilai estetika dan kebudayaan yang dijunjung tinggi masyarakat setempat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *