Contoh Cerita Fabel Bahasa Inggris

Merangkai sebuah cerita fabel dalam bahasa inggris memang susah susah gampang. Jika sahabat sudah bisa memahami makna, kemudian susunan, syarat-syarat dimana sebuah cerita masuk dalam kategori fabel maka akan sangat mudah membuatnya sendiri.

Ulasan ini akan banyak memberikan contoh mengenai hal itu, tidak hanya satu atau dua saja namun banyak contoh dari 1 paragraf singkat kemudian 2 sampai dengan yang panjang.

Kisah fabel intinya adalah berkaitan dengan sebuah hewan entah itu singa, kuda, hewan air yang bisa kalian kisahkan sendiri. Bentuk fabel tentu masuk dalam karya fiksi dalam bahasa inggris. Baik cek saja yuk lengkap ini contohnya.

Pengertian teks cerita fabel

Sebelum kita masuk pada topik utama kita bahas dulu ya pengertian dasarnya.

Materi cerita fabel ini mulai diperkenalkan sejak kalian duduk dibangku SD namun kebanyakan dalam bahasa indonesia. Nah kalau sudah mahir maka akan dilanjut dengan bahasa inggris seperti bahasa kita hari ini.

Cerita fabel adalah: sebuah teks cerita fiksi yang akan mengisahkan mengenai kehidupan se ekor hewan atau binatang dimana akan diberikan alur yang jelas sampai dengan penutup sebuah kisah dan tentu saja dibuat mirip dengan kisah nyata yang di alami oleh manusia.

Biasanya akan ada pesan moral dalam setiap teks fabel ini,

Contoh Cerita Fabel Bahasa Inggris

Luminesce Firefly

In a small forest, there was a firefly were lived a pair with his mother. His name is Patrick, he is a weak firefly who has no luminescent of him. Mother said to him that he is different to others. He can not fly and has no luminescent since he was born. They were live until Patrick grows to be teenagers. The bad things are he has no friends and can not fly happily in the air like others.

Kunang-kunang Yang Bercahaya

Kunang-kunang Yang Bercahaya

He was sad to mother and locked his room for a whole day. Mother was worried about what is going on him.

“Patrick, why you are not going out from your room and take a meal for a while?” “Are you sick?” Mothers knocked his door and try to pursue him out from the room. “I will put the meal out of your door, so you can take it when you want. Patrick was unable to say “Yes I will mom” his mouth was locked and his heart was too ego to kick out the bad things run on his mind.

He just take the meal when the days gone to be midnight. “I don’t want to come out the room you know mom, till you were die !” “This is my worse life! I am just flawed boy! No one cares me!” He said when mothers try a thousand time to make him out from his room.

The condition were going bad. It is a year since he locked himself in his room. “Dear, I was sick. I got flu and terrible cough, please go outside. I am sorry for make you born in worse condition. In deformity, and no one want to be your friend. I just want to let you know that I love you as Mom and friends.”

Patrick still don’t want to talked to. He just covered his face with blanked and seems frustrated.

Day by day run. In the next week, mom never gave him a meal again. “It is strange, why mom didn’t give me meal for three days?’ I can’t hear her anything!”

He was so hungry, and this condition makes him want to go out from his room. So unexpectedly and dramatic, he caught his mom dead with a letter on her hand.

And the letter shows;

Dear My Lovely Patrick

I don’t know what going on me..

I had checked my health to the doctor when you just locked your room.

Doctor said to me that I got cancer.

It is final stadium.

So my life just in a couple of months

I am so sorry that were got accident when you are in pregnancy

And your dad were dead

You got the physical defect after it

It is not easy to make you understand

That luminescent is you

Not what you just think

That I love you till the day ends

Forever.

Best regards,

Mom

Artinya:

Kunang-kunang Yang Bercahaya

Di suatu hutan yang kecil, hiduplah sebuah kunang-kunang bersama ibunya. Dia bernama Patrick. Dia adalah kunang-kunang yang lemah yang tidak memiliki cahaya di ekornya. Ibunya mengatakan kepada dia bahwa dia bebrbeda dari teman-temanya. Dia tidak dapat terbang dan tidak memiliki cahaya seperti yang lain sejak ia lahir. Mere hidup hingga Patrick beranjak remaja. Hal terburuk baginya adalah dia tidak memiliki teman kerena dia tidak dapat terbang sesenang teman-temannya.

Dia sedih dan marah terhadap ibunya lalu mengunci pintu seharian. Ibunya sangat khawatir terhadapnya.

“Patrick, mengapa kamu tidak keluar kamarand tidak makan?” “Apa kamu sakit?” Seraya ibunya mengetuk pintu kamar nya dan mencoba membujuknya keluar. “Atau aku taruh saja makanan mu di depan pintu, jadi kamu bisa mengambilnya kapanpun kamu mau. Patrick tak bisa berkata-kata “Ya akan ku ambil bu” Mulutnya terlalu terkunci dan egonya pun begitu, terlalu besar untuk dikalahkan. Dia selalu mengambil maknanya ketika tengah malam. “Aku tak mau keluar kamar bu, sampai kau mati!” “Hidupku sudah hancur! Saya hanya anak yang cacat! Tidak ada yang mau peduli padaku!’ Ucapnya kepada ibunya yang mencoba ribuan kali membujuknya keluar dari kamarnya.

Kondisinya semakin memburtuk. Dia sudah mengunci kamarnya sampai hamper genap satu tahun. “Sayang, aku sakit. Aku mendapat flu sepertinya dan juga batuk yang parah, tolong keluar kamar sayang. Aku minta maaf telah membuatmu lahir menjadi seperti itu, cacat sehingga tidak ada yang ingin berteman dengan mu. Saya hanya ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu selayaknya ibu bahkan seperti temanmu.”

Patrick tetap tak mau bicara. Dia hanya menutup wajahnya dengan sprei dan terlihat semakin frustrasi. Hari demi hari pun berjalan. Di minggu ini, ibunya tak perna memberikan makan lagi. “aneh, mengapa ibu tidak memberiku makan selama tiga hari ini seperti biasanya?” Saya pun tak mendengar suaranya sama sekali!”

Dia pun semakin lapar, dan kondisi inilah yang membuat nya mau keluar kamar. Tiba-tiba dan begitu daramatis dia melihat ibunya tak bernyawa lagi, dengan sepucuk surat dityangannya.

Dan surat itu berisi;

Patrickku tersayang,

Saya tidak tahu apa yang terjadi padaku…

Aku telah memeriksakan kesehatanku ketika kau sedang mengunci diri di kamar.

Dokter mengatakan bahwa aku memiliki kanker

Dan sudah stadium akhir

Jadi hidupku hanya beberapa bulan lagi paling lama

Aku minta maaf karena dulu ibu mendapatkan kecelakaan ketika kau sedang dalam kandungan

Dan ayahmu pun meninggal

Kamu mendapatkan cacat ketika kemu dilahirkan

Itu bukanlah hal yang mudah untuk membuatmu mengerti

Bahwa cahaya itu adalah kamu

Lebih dari hanya cahaya kunang-kunang

Dan aku mencintaimu sampai akhir nanti

Selamanya.

Salam,

Ibu

Cerita Fabel Bahasa Inggris Panjang dan Artinya

“Mengisahkan Shark And Dolphin” Beserta Artinya “

Shark and dolphin have different temperaments, but they were friends. Shark are known to have the nature of greedy, violent, and cruel. Contrary to the nature of the dolphin were patient and wise. However, they are always together when foraging.

One day, they trooped foraging in deep sea. The happy dolphin prey on small fish, while the shark prefer to prey on large fish. Shark has a tremendous appetite.

Although it has got a big fish though, sometimes the shark still like to catch other prey. Even shark often do not spend their prey, because the stomach is no longer fit to accommodate.

Shark And Dolphin

Kisah Shark And Dolphin

When arriving at a place, they soon chasing prey in the surrounding areas. The wild shark devours large fish, dolphin are just prey on small fish that are nearby. Dolphin are not interested in eating large fish, although it is easy to come by.

Without the knowledge of shark and dolphin, suddenly a fishing boat was right on top of them. At the top of the boat appears to be two fishermen catch fish. Not long after, the two fishermen cast nets trap.

Shark are preying on fish, surprised to see the nets that fishermen were sown. But with fast motion, shark can be shot and avoid the nets.

“Look dolphin! There nets trap! “Shouted the shark warns dolphin. But unfortunately, because of the movement of dolphin is not fast, he was trapped.

“Help me shark! I’m trapped! “Cried dolphin ask for help.

Shark are trying to provide help. With sharp teeth that he was trying to decide rope nets that trap. But his efforts in vain, because the two fishermen were immediately pulled the trap nets.

When attractive catch, two fishermen were objecting. With over backwards slowly catches that can be drawn.

“It seems a lot of catches us today!” Said one fisherman with a happy face.

“Yes, it seems so. It weighs twice as much than usual! “Said the other fishermen.

See! There is a huge fish! “Shouted one of the fishermen at the sight of his catch on the water surface.

“No wonder so heavy!” Cried the other fishermen. Then they lifted their catch into the boat. “Will we do with this big fish?” Asked the fisherman.

“Should we sell it along with other fish. Perhaps the price is more expensive! “Replied the fisherman only. Hearing himself will be sold in the market, dolphin can only sobbed. Writhing body heat from the sun that began to sting.

Both fishermen noticed the movements of dolphin were squirming in their boat. Her skin began to dry up due to the heat of the sun. Tears dolphin started dripping and wet all over his body.

“Look! big fish was crying! “shouted a fisherman.

“Yes, it seems that the fish was sad to hear he will be sold in the market.” Replied the other fishermen. “What if we remove the big fish back into the sea? I cannot bear to see these fish crying. “

“Well then, I will not have the heart to sell this big fish to the market. Then let us off this fish. “Said one fisherman who touched hearts.

They lifted and released the dolphin to sea. Dolphin stop crying, his heart changed immeasurably excited because survivors and not be sold by the fishermen. As a sign of gratitude, dolphin jumping around in front of their boat, and whistled happily sign. Both fishermen and even then happy and smiling at the dolphin do not be sad anymore. Then the fisherman’s home.

“Hi shark! I survived! “Says the dolphin to a shark with a happy heart.

“How did you escape?” Asked shark astonishment.

“The fishermen that were let go. They were good heart. They did not have the heart to sell me to the market. In fact he said, I can fetch a good price. “The story of dolphin in shark.

“Ah no, the fishermen greedy! I should be getting big fish earlier. Because fishermen menjaringnya I so do not miss out! “Said the shark with heart annoyed.

“No friends, fishing was not greedy. If they are greedy, certainly I’ve sold before. “Said dolphin shark refuted.

“No, I still do not like the fisherman. They catch all the fish that should be mine. Later one day, when there is a fishing boat which was destroyed by a storm, I’ll eat them instead. “That shark swear.

“Do not be a friend, you must not do so. You are the real greedy. Not satisfied are you eating fish there. It felt as though we have no lack of food, although fishermen were arrested fish here every day. “Said dolphin advise.

“If one day there are people who suffered, I would definitely help him. Because I feel indebted to the fishermen who have helped me. I will never forget the favor to them. So I promise to always help people in distress. “That promise dolphin to repay humans.

Thus far is the story of shark and dolphin, the two figures are different in nature. Shark that have a bad feeling vengeful nature with man, then he hates humans. While dolphin feel indebted to humans, so the dolphin promised to always help people who suffered.

Terjemahan Bahasa Indonesia

Ikan hiu dan ikan lumba-lumba mempunyai perangai yang berbeda, namun mereka tetap bersahabat. Ikan hiu dikenal mempunyai sifat serakah, ganas, dan kejam. Berlawanan dengan sifat ikan lumba-lumba yang penyabar dan bijak. Walaupun demikian mereka selalu bersama bila mencari makan.

Suatu hari, mereka beriringan mencari makan di lautan yang dalam. Ikan lumba-lumba senang memangsa ikan-ikan yang kecil, sedangkan ikan hiu lebih suka memangsa ikan-ikan yang besar. Ikan hiu mempunyai nafsu makan yang luar biasa.

Walaupun telah mendapat ikan yang besar sekalipun, kadang ikan hiu masih suka menangkap mangsa yang lain. Bahkan seringkali ikan hiu tidak menghabiskan mangsanya, karena perutnya sudah tidak muat lagi untuk menampung.

Ketika sampai di sebuah tempat, mereka segera mengejar-ngejar mangsa yang berada di sekitarnya. Ikan hiu dengan buasnya melahap ikan-ikan yang besar, sedang ikan lumba-lumba hanya memangsa ikan-ikan kecil yang berada di dekatnya. Ikan lumba-lumba memang tidak berminat memakan ikan-ikan yang besar, walaupun sebenarnya mudah didapat.

Tanpa sepengetahuan ikan hiu dan ikan lumba-lumba, tiba-tiba saja sebuah perahu nelayan berada tepat di atas mereka. Di atas perahu itu nampak dua orang nelayan yang akan menjaring ikan. Tidak lama kemudian, kedua nelayan menebarkan jaring-jaring perangkapnya.

Ikan hiu yang sedang memangsa ikan, terkejut melihat jaring-jaring yang ditebarkan nelayan itu. Namun dengan gerak cepat, ikan hiu dapat melesat dan menghindari jaring-jaring itu.

“Awas lumba-lumba! Ada jaring perangkap!” teriak ikan hiu memperingatkan ikan lumba-lumba. Tetapi sayang, karena gerakan ikan lumba-lumba tidak cepat, ia terperangkap.

“Tolong aku hiu! Aku terperangkap!” jerit ikan lumba-lumba meminta bantuan.

Ikan hiu mencoba memberikan pertolongan. Dengan gigi-giginya yang tajam ia berusaha memutuskan tali jaring-jaring perangkap itu. Tetapi usahanya sia-sia, karena kedua nelayan itu segera menarik jaring perangkapnya.

Saat menarik hasil tangkapannya, kedua nelayan itu merasa keberatan. Dengan sekuat tenaga perlahan-lahan hasil tangkapan itu dapat ditarik.

“Tampaknya hasil tangkapan kita banyak sekali hari ini!” ucap salah seorang nelayan dengan raut wajah gembira.
“Ya, kelihatannya begitu. Beratnya dua kali lipat dari biasanya!” ujar nelayan yang satunya lagi.

Lihat! Ada ikan yang besar sekali!” teriak salah seorang nelayan begitu melihat hasil tangkapannya di permukaan air.
“Pantas saja berat sekali!” seru nelayan yang satunya lagi. Kemudian mereka mengangkat hasil tangkapannya itu ke atas perahu.”Akan kita apakan ikan yang besar ini?” tanya nelayan itu.

“Sebaiknya kita jual saja bersama dengan ikan-ikan yang lain. Mungkin harganya lebih mahal!” jawab nelayan satunya. Mendengar dirinya akan dijual di pasar, ikan lumba-lumba hanya dapat menangis tersedu-sedu. Tubuhnya menggeliat kepanasan karena terik matahari yang mulai menyengat.

Kedua nelayan itu memperhatikan gerak-gerik ikan lumba-lumba yang menggeliat di atas perahu mereka. Kulitnya mulai mengering karena panasnya sinar matahari. Air mata ikan lumba-lumba mulai menetes dan membasahi seluruh tubuhnya.

“Lihatlah! ikan besar itu menangis!” seru seorang nelayan.
“Ya, tampaknya ikan itu sedih mendengar dirinya akan dijual di pasar.” Jawab nelayan yang satunya. “Bagaimana kalau ikan besar itu kita lepaskan kembali ke laut? Aku tidak tega melihat ikan ini menangis terus.”

“Baiklah kalau begitu, akupun tidak tega menjual ikan sebesar ini ke pasar. Kalau begitu mari kita lepas ikan ini.” Ucap nelayan yang satu dengan hati terharu.

Mereka mengangkat dan melepaskan ikan lumba-lumba ke laut. Ikan lumba-lumba berhenti menangis, hatinya berubah gembira tak terkira karena selamat dan tidak jadi dijual oleh nelayan itu. Sebagai tanda terima kasihnya, ikan lumba-lumba berlompat-lompat di depan perahu mereka, dan bersiul tanda gembira. Kedua nelayan itupun senang dan tersenyum melihat ikan lumba-lumba tidak bersedih lagi. Kemudian nelayan itu pulang.

“Hai hiu! Aku selamat!” sapa ikan lumba-lumba kepada ikan hiu dengan hati gembira.
“Bagaimana kau bisa lolos?” tanya ikan hiu keheranan.

“Nelayan-nelayan itu yang melepaskanku. Mereka itu baik hatinya. Mereka tidak sampai hati menjualku ke pasar. Padahal katanya, aku bisa dijual dengan harga mahal.” Cerita ikan lumba-lumba pada ikan hiu.

“Ah tidak, nelayan-nelayan itu serakah! Seharusnya aku yang mendapatkan ikan-ikan besar tadi. Karena nelayan itu menjaringnya aku jadi tidak kebagian!” ujar ikan hiu dengan hati kesal.

“Tidak kawan, nelayan itu tidak serakah. Kalau mereka serakah, pasti aku sudah dijualnya tadi.” Ucap ikan lumba-lumba menyangkal pendapat ikan hiu.

“Tidak, aku tetap tidak suka dengan nelayan itu. Mereka tangkap semua ikan-ikan yang seharusnya menjadi bagianku. Kelak suatu saat, bila ada perahu nelayan yang hancur diterjang badai, aku akan memangsa mereka sebagai gantinya.” Demikian ikan hiu bersumpah.

“Jangan kawan, janganlah kamu berbuat begitu. Kamulah yang sebenarnya serakah. Tidak puaskah kamu memakan ikan-ikan yang ada. Rasa-rasanya kita tidak akan kekurangan makanan, walaupun nelayan-nelayan itu menangkapi ikan-ikan di sini setiap hari.” Tutur ikan lumba-lumba menasihati.

“Bila kelak ada manusia yang tertimpa musibah, aku pasti akan menolongya. Sebab aku merasa berhutang budi kepada nelayan yang telah menolongku. Aku tak akan melupakan budi baik mereka. Makanya aku berjanji akan selalu menolong manusia yang kesusahan.” Begitulah janji ikan lumba-lumba untuk membalas kebaikan manusia.

Sampai di sinilah kisah ikan hiu dan ikan lumba-lumba, dua tokoh yang berlainan sifatnya. Ikan hiu yang mempunyai sifat buruk merasa dendam dengan manusia, lantas dia membenci manusia. Sedangkan ikan lumba-lumba merasa berhutang budi kepada manusia, sehingga ikan lumba-lumba berjanji akan selalu menolong manusia yang tertimpa musibah.

Cerita Fabel Bahasa Inggris 4 Paragraf dan Terjemahan

BEES AND ANTS

Once in the past in the times of Solomon, live a considerable measure of honey bees. One of them is Eki. Eki is the child of a honey bee who has been widowed mother. Around then her mom passed on nibbled by a scorpion. Presently he lives alone. Along these lines he chose to live meander. Until he touched base at the extensive desert. Amidst the desert Eki feel parched and hungry. “I need to discover sustenance and water, however I needed to figure out where?” Thought the Eki.

Cerita Fabel antara BEES AND ANTS

Cerita Fabel antara BEES AND ANTS

Be that as it may, Eki would not have liked to surrender. He demanded looking for sustenance and water. After a long flight, the separation Eki search for water and nourishment. In any case, after a closer, it turned out he saw was an immense field of sand. At that point with frustration, Eki back flying scour the desert. Not long after he met with an insect that was inconvenience conveying eggs. Eki drew closer the subterranean insect. “Howdy, ants. What is your name? ” “My name is Oki. What is your name? “

“I Eki. You need to be my companion? “Oki gestured joyfully. “No love lost! At that point we should search for water and nourishment together? “Oki back gestured. They rushed off looking for sustenance. After quite a while down the desert, they discovered a spring clean and crisp watery. Notwithstanding the spring there is a palm tree that is productive and sweet. Oki and Eki exceptionally energized. They soon drink and eat as much.

When they are totally fulfilled, they soon discover a spot to remain. After two days they discovered a spot they believe is correct. in a wide knoll. They won’t need sustenance on the grounds that at the edge of the knoll there are numerous natural product trees and a wellspring were spotless. Oki and Eki live in concordance. Progressively they are progressively close kinship. They likewise live in a protected, quiet and upbeat.

Artinya

LEBAH DAN SEMUT

Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Eki. Eki adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas. Di tengah gurun itu Eki merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Eki.

Tetapi Eki tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Eki melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Eki kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Eki pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”“Namaku Oki. Namamu siapa?” “Aku Eki. Kamu mau jadi sahabatku?” Oki mengangguk senang. “Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Oki kembali mengangguk. Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Oki dan Eki sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Oki dan Eki hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Baik, dengan memperhatikan alur cerita diatas, kemudian kalian sekarang sudah bisa memahami lebih jauh mengenai cerita fabel ini. Maka kami harapkan sahabat sudah mahir ya membuat sendiri.