Pakaian Adat Jawa Tengah dan Filosofinya

Pakaian adat Jawa Tengah memiliki ragam jenis dan rupa yang berbeda. Hal ini perlu untuk dilestarikan lebih lanjut, sebelum itu silakan Anda simak penjelasannya berikut ini.

Pakaian Adat Jawa Tengah dan Filosofinya

Seperti daerah lain di Indonesia, Jawa Tengah pun memiliki nilai-nilai budaya dan warisan yang harus dilestarikan salah satunya bekenaan dengan pakaian adatnya. Dewasa ini beberapa jenis pakaian adat Jawa Tengah telah mengalami modifikasi sehingga cocok untuk digunakan dalam keseharian. Meski demikian ada beberapa jenis lainnya yang hanya dapat digunakan untuk acara tertentu saja. Informasi rinci terkait jenis dan filosofi maknanya dapat Anda simak pada penjelasan berikut ini.

10+ Filosofi Makna Ragam Pakaian Adat Jawa Tengah

Guna menambah wawasan Anda terkait jenis pakaian adat Jawa Tengah, berikut ini akan dijelaskan satu per satu secara rinci. Silakan Anda simak dan pahami dengan baik agar mengetahui filosofi makna yang tersembunyi di dalamnya.

1.      Batik

Pakaian Adat Jawa Tengah - BATIK
sumber : https://grahabatik.com/

Pakaian adat Jawa Tengah yang satu ini telah dikenal oleh dunia. Memiliki beragam motif dan corak, lazimnya hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis maupun budaya dari masyarakat setempat. Misalnya saja untuk daerah pesisir yang tidak tersentuh budaya keraton akan memiliki corak yang lebih dinamis. Meski demikian, saat ini batik telah banyak mengalami modifikasi sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai acara baik formal maupun semi formal.

See also  Keunikan Pakaian Adat Kalimantan Barat

2.      Jarik

Pakaian Adat Jawa Tengah Jarik
sumber : https://toriqa.com/

Secara sederhana jarik dapat dijelaskan sebagai suatu kain bermotif batik. Dahulu kain ini digunakan oleh semua kalangan baik pria maupun wanita, namun sarat akan tingkatan dalam kehidupan. Kini kain ini hanya digunakan oleh beberapa kalangan saja.

3.      Beskap

Pakaian Adat Jawa Tengah Beskap
sumber : https://infobudayaindonesia.com/

Pakaian adat Jawa Tengah ini dahulu tergabung dalam jenis Jawi Jangkep dan digunakan oleh laki-laki. Namun seiring berjalannya waktu penggunaannya terpisah. Kini banyak ragam jenisnya namun identik dengan warna gelap dan polos. Aksen tidak simeteris pada bagian depan digunakan untuk mengantisipasi pemakaian aksesoris keris yang cukup berat.

4.      Kanigaran

Pakaian Adat Jawa Tengah KANIGARAN
sumber : https://www.yuksinau.id/

Pakaian adat kanigaran dahulu diperuntukkan bagi kalangan bangsawan. Anda dapat menjumpai pemakaiannya dewasa ini dalam suatu acara pernikahan. Jenis ini banyak dipilih oleh para calon pengantin karena sarat akan budaya, dimana kerap digunakan dalam upacara pernikahan di Kasultanan Ngayogyakarta.

5.      Jawi Jangkep

Pakaian Adat Jawa Tengah Jawi Jangkep
sumber : https://www.romadecade.org/

Pakaian adat yang ditujukan untuk laki-laki ini memiliki ciri-ciri yakni berwarna gelap dengan aksen bunga di bagian tengahnya. Penggunaannya sendiri harus diiringi dengan aksesoris khusus, seperti keris, blangkon atau destar, bunga melati, stagen, dan sejenisnya.

6.      Basahan

Pakaian adat Jawa Tengah ini kerap ditemukan pada acara pernikahan. Basahan merupakan warisan budaya dari Mataram. Merujuk pada penggunaan riasan pengantin keluarga Kasultanan Ngayogyakarta, basahan pun menggunakan paes ageng kanigaran.

7.      Kebaya

Kebaya merupakan salah satu pakiaan adat yang kini telah banyak dimodifikasi. Dahulu dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan status sosial kehidupan masyarakat. Penggunaannya pun harus disesuaikan dengan beberapa atribut khusus seperti melati, kain jarik dengan motif khas Jawa Tengah, konde, dan sejenisnya.

8.      Surjan

Sama halnya dengan Jawi Jangkep maupun beskap, pakaian ini pun dikhususkan bagi pria. Pemakaian surjan dahulu hanya dikhususkan bagi seorang bangsawan saja, namun kini telah banyak diperuntukkan untuk umum. Baju surjan ini diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Kalijaga pada era Mataram Islam. Terdapat beberapa filosofi dari pakaian tersebut, diantaranya:

  1. Jumlah kancingnya yang terdiri atas enam buah melambangkan rukun iman.
  2. Dua buah kancing di kanan dan kiri melambangkan kalimat syahadat.
  3. Terdapat tiga buah kancing di dada dekat perut, melambangkan hawa nafsu yang harus dikendalikan oleh manusia.
See also  Tari Tor Tor Fakta Tersembunyi yang Kerap Terlupakan

Kesimpulan

Banyak jenis pakaian adat Jawa Tengah mulai dari kebaya, batik, surjan, dan sejenisnya. Sebagai bagian dari warisan budaya yang sarat akan nilai sejarah, sudah sepantasnya Anda pun harus turut melestarikan dan menjaganya.

Nah itu dia beberapa filosofi makna dari pakaian adat Jawa Tengah yang telah kita kenal dewasa ini. Untuk menambah wawasan Anda tak ada salahnya untuk menambah referensi lain yang relevan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *